Jakarta — Di tengah upaya meningkatkan market share perbankan syariah yang saat ini baru mencapai 5,95%, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Hendratmoko memberikan wawasan segar tentang segmen pasar yang jarang tersentuh: penyandang disabilitas.
Berbeda dari studi sebelumnya, riset ini secara khusus memfokuskan perhatian pada penyandang disabilitas beragama Islam di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 126 responden yang dipilih secara purposive sampling pada Desember 2020.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa attitude (sikap), religiosity (tingkat religiusitas), knowledge (pengetahuan), dan place (lokasi) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intention atau niat penyandang disabilitas untuk menggunakan produk perbankan syariah.
Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran perbankan syariah perlu dirancang secara inklusif, dengan mempertimbangkan edukasi yang tepat, akses lokasi yang memadai, serta membangun citra positif di mata penyandang disabilitas.
“Penyandang disabilitas adalah bagian penting dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses layanan perbankan syariah. Memahami faktor yang mempengaruhi niat mereka adalah kunci untuk memperluas inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Hendratmoko.
Dengan hasil ini, perbankan syariah diharapkan dapat menyusun kebijakan dan layanan yang ramah disabilitas, sehingga mampu menjangkau potensi pasar baru sekaligus memperkuat posisi dalam peta industri keuangan nasional.



