Rumah Ekspor 37 Dorong UMKM Bersiap Menembus Pasar Global
Jakarta – Rumah Ekspor 37 (RE37) kembali menggelar sharing session bersama anggota dan pengurus untuk membahas strategi ekspor UMKM ke pasar internasional. Dalam diskusi yang berlangsung pada Sabtu, 22 Maret 2025, berbagai peluang dan tantangan diungkap oleh para pelaku usaha, mulai dari produsen tepung talas organik hingga bawang goreng dan minyak bawang.
Dalam sesi yang dipandu oleh Desiana Sari (Ketua Harian RE37), Bu Irene berbagi pengalaman dalam menembus pasar Singapura dan Jerman, sementara Bu Siti Rahma menceritakan keberhasilan produk bawang gorengnya masuk ke Mekkah melalui biro umroh. RE37 pun memperkenalkan program pendampingan branding dan strategi ekspor, menekankan pentingnya kesiapan bagi UMKM yang ingin bersaing di pasar global.
Diskusi yang berlangsung selama satu jam ini ditutup dengan komitmen untuk melanjutkan pendampingan lebih intensif setelah Idul Fitri, guna memperkuat kesiapan ekspor anggota RE37. Kolaborasi dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan menjadi pemain di pasar internasional.
#rumahekspor37 #umkmindonesia
Rumah Ekspor 37 Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Diaspora di Selandia Baru
Jakarta – Rumah Ekspor 37 (RE37) terus memperluas jaringan internasionalnya dengan menjajaki kerja sama strategis bersama diaspora Indonesia di Auckland, Selandia Baru. Dalam diskusi yang berlangsung pada Selasa, 11 Maret 2025, RE37 diwakili oleh Desiana Sari (Ketua Harian RE37) dan Teti (Kepala Divisi Kemitraan LN RE37), yang bertemu dengan Pak Syarief, pemilik STAR Investment dan Kia Ora Travel, serta Pak Irham, Direktur Utama Indonesia Berdaya Saing (IBS), guna membahas peluang ekspor produk UMKM ke pasar global.
Pembahasan meliputi penguatan pemasaran, penjualan, dan pengiriman produk UMKM binaan RE37 ke berbagai negara, termasuk Filipina, Malaysia, dan Singapura, melalui program business trip, exhibition, dan business matching. IBS menawarkan kemitraan strategis untuk membantu produk UMKM agar lebih kompetitif di pasar internasional.
Diskusi yang berlangsung selama satu jam ini diakhiri dengan komitmen untuk pembahasan lebih lanjut terkait bentuk kerja sama yang lebih konkret. RE37 menyatakan kesiapan untuk bermitra dalam mengembangkan ekspor produk UMKM, sejalan dengan roadmap IBS.
Dr. Hendratmoko: Manfaatkan Google Trends untuk Identifikasi Permintaan Pasar
Jakarta – Di era digital, memahami tren pasar menjadi kunci bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing secara global. Dalam pelatihan ekspor yang digelar Rumah Ekspor 37, Dr. Hendratmoko, M.Si, menyoroti pentingnya pemanfaatan Google Trends sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi permintaan pasar secara real-time.
Menurut Dr. Hendratmoko, banyak pelaku UMKM masih mengandalkan intuisi dalam menentukan strategi bisnis, padahal data digital dapat memberikan gambaran yang lebih akurat tentang produk yang sedang tren, lokasi dengan permintaan tinggi, serta pola pencarian konsumen. “Google Trends bisa menjadi radar bisnis kita. Dengan data yang tepat, kita bisa menyesuaikan produk, strategi pemasaran, hingga target ekspor dengan lebih efektif,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara menggunakan Google Trends untuk menganalisis tren pencarian di berbagai negara, memahami musim permintaan produk, serta mengidentifikasi kata kunci yang relevan agar lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli global. Selain itu, Dr. Hendratmoko juga menekankan pentingnya mengombinasikan data ini dengan riset pasar lainnya, seperti analisis kompetitor dan tren media sosial.
Dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, UMKM Indonesia dapat lebih adaptif dalam menghadapi persaingan global. “Di era informasi ini, yang cepat membaca tren adalah yang memenangkan pasar,” pungkas Dr. Hendratmoko.
Dr. Hendratmoko: UMKM Harus Adaptif Hadapi Tantangan Geopolitik dan Sanksi Tarif AS
Jakarta – Perubahan geopolitik global dan kebijakan ekonomi negara-negara besar, termasuk sanksi tarif dari Amerika Serikat, menjadi tantangan baru bagi pelaku UMKM yang ingin menembus pasar ekspor. Dalam pelatihan yang digelar Rumah Ekspor 37, Ketua Umum Dr. Hendratmoko, M.Si menekankan pentingnya strategi adaptasi dan inovasi agar UMKM tetap mampu bersaing di tengah dinamika global.
Menurut Dr. Hendratmoko, pelaku UMKM perlu memahami tren ekonomi global dan mencari peluang di tengah tantangan. “Jangan hanya melihat hambatan sebagai batasan, tetapi sebagai peluang untuk mencari pasar baru dan menyesuaikan strategi bisnis. Kita harus jeli melihat perubahan regulasi dan menjalin kemitraan dengan negara-negara yang masih memiliki potensi besar bagi produk kita,” ujarnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya diversifikasi pasar ekspor, tidak hanya bergantung pada satu negara tujuan, tetapi juga merambah Asia, Timur Tengah, dan Afrika yang semakin terbuka terhadap produk Indonesia.
Dalam menghadapi hambatan tarif, Dr. Hendratmoko menyarankan agar UMKM mulai mengoptimalkan perjanjian perdagangan internasional yang sudah dimiliki Indonesia, seperti CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan berbagai negara. Selain itu, ia mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk, baik melalui inovasi, sertifikasi internasional, maupun pemenuhan standar keberlanjutan yang kini menjadi perhatian utama pasar global.
Dengan pemahaman yang kuat terhadap situasi ekonomi dunia dan kesiapan menghadapi perubahan kebijakan perdagangan, UMKM Indonesia bisa tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. “Di saat negara lain mengalami hambatan, justru inilah saatnya kita bergerak lebih cepat dan mengambil posisi strategis dalam rantai pasok dunia,” tutup Dr. Hendratmoko.
Dr. Hendratmoko: "Jangan Menyerah, Saatnya UMKM Berlari Meraih Mimpi!"
Jakarta – Di saat banyak pelaku usaha memilih bertahan atau bahkan mundur karena situasi yang tidak menguntungkan, justru inilah momentum bagi UMKM untuk berlari lebih cepat menuju pasar global. Itulah pesan utama yang disampaikan oleh Dr. Hendratmoko, M.Si, Ketua Umum Rumah Ekspor 37, dalam pelatihan ekspor bagi UMKM yang ingin menembus pasar internasional.
Di hadapan para peserta, Dr. Hendratmoko menegaskan bahwa kunci sukses dalam bisnis bukan hanya soal peluang, tetapi juga keberanian dan ketekunan untuk terus melangkah maju. “Jangan mudah putus asa. Banyak orang yang memilih berhenti saat menghadapi kesulitan, padahal justru di saat itulah kita harus berlari lebih cepat. Jika kita diam, kita akan tertinggal,” ujarnya penuh semangat.
Melalui program ini, peserta dibekali dengan strategi konkret, wawasan global, serta akses ke jejaring bisnis internasional. Dr. Hendratmoko menekankan bahwa ekspor bukanlah sesuatu yang mustahil, asalkan pelaku UMKM memiliki mindset yang benar dan keberanian untuk mencoba. “Jangan takut bersaing. Produk kita punya kualitas, tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.
Pelatihan ini kembali membuktikan komitmen Rumah Ekspor 37 dalam mendorong UMKM Indonesia naik kelas dan menjadi pemain global. Dengan semangat pantang menyerah dan optimisme yang kuat, UMKM Indonesia tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga melaju lebih jauh untuk menaklukkan pasar dunia.
Dr. Hendratmoko Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
Jakarta – Kesempatan bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar internasional semakin terbuka lebar. Melalui program Rumah Ekspor 37, Dr. Hendratmoko, M.Si, terus menunjukkan kepeduliannya dalam membimbing dan memfasilitasi pelaku usaha kecil agar dapat bersaing di kancah global. Dalam acara terbaru yang digelar, Dr. Hendratmoko menghadirkan komunitas dan praktisi ekspor untuk berbagi strategi sukses dalam memperluas pasar ke luar negeri.
Sebagai Ketua Umum Rumah Ekspor 37, Dr. Hendratmoko percaya bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi pemain internasional, asalkan mendapatkan akses yang tepat terhadap edukasi, jaringan bisnis, dan regulasi ekspor. “Ekspor bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga bisa, asalkan tahu caranya,” ujar Dr. Hendratmoko. Inisiatif ini pun mendapat dukungan dari komunitas seperti Ok Oce GAN dan Kalimaya Indonesia, yang turut hadir dalam sesi berbagi pengalaman.
Melalui program ini, Dr. Hendratmoko dan tim memberikan bimbingan praktis, strategi pemasaran global, serta akses ke mitra bisnis internasional. Dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan, diharapkan semakin banyak UMKM yang dapat naik kelas dan memperkenalkan produk lokal ke pasar dunia. “Kami ingin menjadikan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional yang mampu bersaing di tingkat global,” tambahnya.
Inisiatif yang dilakukan Rumah Ekspor 37 semakin membuktikan bahwa ekspor bukanlah mimpi yang mustahil bagi UMKM. Dengan komitmen dan kepedulian yang tinggi, Dr. Hendratmoko terus mendorong transformasi bisnis kecil menjadi pemain global yang tangguh.



